8 Tips Jitu Cepat Membeli Rumah, Bagi Kalangan Milenial

Berbicara rumah, tentu membuat kita yang saat ini berstatus sebagai milenial, akan puyeng tujuh keliling. Pasalnya, harga rumah setiap tahun mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Jika tidak percaya bahwa harga rumah mengalami kenaikan yang cukup signifikan, coba perhatikan beberapa iklan yang ditawarkan di pinggir-pinggir jalan. Bila tahun sebelumnya sebuah rumah ditawarkan senilai Rp xxx juta, bisa dipastikan tahun berikutnya akan naik dari harga sebelumnya.

Apa yang saya katakan, bukanlah mengarang ataupun mengada-ada. Saya telah memperhatikan sendiri dari iklan yang pernah saya temui, dan bahkan saya datangi rumah yang ditawarkan. Dan saya perhatikan fluktuasi kenaikan harga rumah yang ditawarkan. 

Di tahun 2018, rumah tersebut dipasarkan dengan harga Rp 375 juta, dan masuk tahun 2019 naik menjadi Rp 400 juta. Kemudian, masuk tahun 2020 harga naik di atas Rp 400-jutaan. Itu, harga rumah di sekitar Sawangan Depok, kalau tidak salah untuk tipe 30/60.

Nah, jika menginginkan ukuran yang lebih besar dari tipe rumah tersebut, tentu gocek yang harus disediakan melebihi harga tersebut. Itupun, kalau kita membelinya di tahun 2020. Kalau membelinya di tahun depan, atau depannya lagi, dan depannya lagi, tentu harganya akan semakin naik.

Melonjaknya harga rumah yang tak karuan, tentu membuat kita kalangan milenial akan garuk-garuk kepala. Rasa-rasanya impian untuk memiliki rumah di sekitar kota penyanggah Jakarta (Tangerang, Tangerang Selatan, Depok, Bekasi, Bogor), harus dihapuskan dalam  ingatan kita.   

Apalagi, bagi kalangan milenial dari keluarga yang pas-pasan, karena tak akan mungkin orang tuanya memberikan subsidi pembelian rumah; gaji yang bernominal UMR (Upah Minimum Regional); karir di kantor yang stuck di tempat, karena skala bisnisnya kecil; ditambah lagi beban biaya hidup yang semakin bertambah. Rasa-rasanya keinginan untuk memiliki rumah tak akan mungkin tercapai.

Bila kita sebagai kalangan milenial masuk dalam kategori tersebut, tak usah khawatir. Karena, banyak jalan yang bisa kita ikhtiar-kan untuk bisa memiliki rumah. Di bawah ini, setidaknya ada 8 tips yang dapat kita lakukan, sebagai salah satu bentuk ikhtiar kita, agar bisa cepat memiliki rumah.   

Memahami Pentingnya Rumah

Tips Pertama, memahami pentingnya rumah. Pahamilah bahwa keberadaan rumah merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Karena rumah, akan menjadi tempat kita singgah bersama keluarga, dari terik mentari, derasnya hujan, dan dinginnya malam.

Selain itu, keberadaan rumah juga tempat kita membersemai bersama keluarga. Tempat kita tersenyum, tertawa, atau bahkan menangis bersama keluarga. Selain itu, rumah juga bisa menjadi salah satu tempat untuk mengembangkan diri kita, baik mengembangkan skill ataupun ilmu pengetahuan.

Dan mungkin, masih banyak manfaat lainnya dari keberadaan sebuah rumah. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa keberadaan rumah menjadi hal yang sangat penting untuk dimiliki.

Toh, walaupun ada cara lain, yaitu dengan cara ngontrak, tapi tetap saja memiliki rumah menjadi hal yang sangat penting. Dengan ngontrak, kita hanya bisa memiliki manfaat dari rumah tersebut, seusia pembayaran uang kontrak kepada pemiliknya.

Maka dari itu, tetap saja memiliki rumah menjadi hal yang sangat penting bagi kita sebagai kalangan milenial. Dengan kita paham bahwa memiliki rumah itu sangat penting, akan tergerak hati mencari berbagai macam cara, supaya kita bisa memiliki rumah dengan cepat. 

Sumber: https://magazine.job

Membuat Skala Prioritas

Tips Kedua, membuat skala prioritas. Bila saat ini kita sebagai kalangan milenial merasa bahwa memiliki rumah merupakan kebutuhan utama. Berarti kita termasuk kalangan milenial yang akan menjadikan rumah sebagai prioritas utama untuk segera dimiliki.

Karena menjadi prioritas utama, maka kita akan menyingkirkan hal-hal lain yang tak penting untuk ditinggalkan. Sehingga fokus utama yang kita lakukan ialah, bagaimana caranya bekerja sekuat tenaga untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Kemudian hasilnya dibelikan rumah, baik dalam bentuk cash ataupun melalui pembiayaan bank. Sehingga, ending dari skala prioritas yang kita buat, akan membuat kita cepat memiliki rumah.    

Saya sangat yakin dari pengalaman saya pribadi, adanya skala prioritas akan menghantarkan diri kita untuk bisa memiliki rumah. Karena, kita akan memaksimalkan produktivitas yang kita miliki, untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah.  

Namun, bila kalangan milenial menganggap bahwa memiliki rumah tidak begitu penting, dan lebih penting hidup konsumtif, banyak gaya, membeli barang-barang branded, dan lain sebagainya. Berarti kita termasuk kalangan milenial yang tidak menjadikan rumah sebagai prioritas utama.

Karena membeli rumah tidak menjadi prioritas utama, dampaknya ialah akan membuat diri kita lama untuk memiliki rumah. Penyebab utamanya ialah, karena kita tidak memiliki skala prioritas dalam membeli rumah.   

Nah, itulah mengapa membuat skala prioritas untuk membeli rumah menjadi sangat penting dimiliki oleh seseorang yang ingin memiliki rumah. Sebenarnya, skala prioritas ialah niat awal diri kita untuk membeli rumah. Karena sudah ada niat, maka kita akan melakukan apa saja untuk merealisasikan niat membeli rumah.

Contoh, semenjak lulus S1, Anda sudah memiliki skala prioritas untuk membeli rumah. Karena ada skala prioritas, maka Anda akan mengabaikan kebutuhan lain yang tak begitu penting, dan lebih mementingkan untuk membeli rumah. Kemudian, Anda memutuskan menyisihkan 30% dari pendapatan setiap bulan untuk ditabung membeli rumah.

 Nah, itulah yang dimaksud dengan skala prioritas. Dimana, skala prioritas akan membuat kita semakin berkomitmen untuk mendahulukan skala yang kita buat. Sehingga dengan adanya komitmen, maka apa yang menjadi skala kita bekerja dapat diutamakan.  

Merencanakan Jangka Waktu

Tips Ketiga, merencanakan jangka waktu. Setelah kita selesai membuat skala prioritas membeli rumah. Dari skala prioritas, langkah selanjutnya ialah merencanakan kapan waktu akan membeli rumah yang kita idam-idamkan tersebut.

Penetapan jangka waktu sangat penting. Karena, dengan adanya jangka waktu, kita akan lebih tertantang dengan apa yang akan kita capai dalam kurun waktu yang telah kita tetapkan. Sehingga, kita akan mengeluarkan segala daya dan upaya untuk mencapai apa yang telah kita tetapkan. 

Sebagai contoh, lihatlah permainan sepakbola. Dimana, setiap kesebelasan dari masing-masing tim diberi kesempatan 90 menit untuk saling mencetak gol ke gawang lawan. Tentu saja, waktu tersebut akan dipergunakan secara baik oleh masing-masing tim kesebelasan. Gol terbanyak, akan dinobatkan sebagai pemenangnya.

Bayangkan saja, bila permainan sepakbola tidak diberi jangka waktu permainan. Mungkin saja, masing-masing kesebelasan akan saling berleha-leha di lapangan. Misalnya, ngopi sembari ngerokok, ngobrol, bercanda, atau bahkan hanya ketawa-ketiwi di lapangan, dan lain sebagainya.

Nah, itulah mengapa setiap pekerjaan ataupun kegiatan harus ada jangka waktu yang disediakan. Sehingga kita bisa mempergunakan waktu yang tersedia untuk bisa menyelesaikan atau menggapai pekerjaan itu sendiri. Pada akhirnya, kita bisa menggapai atau menyelesaikan pekerjaan tersebut sesuai jangka waktu.

Hal tersebut, berlaku juga pada diri kita kalangan milenial yang berniat untuk membeli rumah. Niat saja tidak cukup, tetapi harus diikuti dengan perencanaan jangka waktu kapan akan membeli rumah. Misalnya, tahun depan, 2 tahun lagi, di usia ke 30 tahun, di usia ke 31 tahun, dan lain sebagainya

Adanya rencana jangka waktu untuk membeli rumah, akan membuat kita memiliki strategi untuk menggapai keinginan memiliki rumah, dari jangka waktu yang ditentukan tersebut. Sehingga, kita akan benar-benar serius mempergunakan jangka waktu, agar bisa membeli rumah.

Misalnya, Anda berencana membeli rumah di usia 32 tahun. Anggap saja saat ini sedang berusia 28 tahun. Berarti Anda memiliki jangka waktu 4 tahun untuk membeli rumah. Jangka waktu tersebut, harus benar-benar dipergunakan dengan baik, agar keinginan memiliki rumah bisa tercapai.  

Dari jangka waktu tersebut, kemudian diturunkan ke dalam bentuk beberapa strategi, seperti harga rumah seperti apa yang akan dibeli, bentuk rumah yang akan dibeli, dan berapa setiap bulan uang yang harus disisihkan untuk membeli rumah tersebut, dan lain sebagainya.

Maka dari itu, merencanakan jangka waktu kapan akan membeli rumah itu sangat penting dimiliki oleh seorang milenial. Sehingga kita sebagai milenial mampu mengeluarkan daya upaya sebaik mungkin untuk mendapatkan rumah. Dan impian mendapatkan rumah cepat terealisasi.

Jenis Rumah yang Akan Dibeli

Tips Keempat, jenis rumah yang akan dibeli. Setelah menentukan jangka waktu, maka putuskan jenis rumah yang akan dibeli seperti apa. Dari jenis rumah yang akan dibeli, kita akan mengetahui berapa kira-kira uang yang akan dikeluarkan oleh kita untuk membeli rumah yang kita inginkan.

Tentu saja, kita harus menyesuaikan dengan kemampuan yang kita miliki, ketika memilih jenis rumah yang akan kita beli. Karena, kemampuan keuangan yang kita miliki, akan menjadi penentu terhadap keinginan kita untuk mendapatkan rumah.

Bila pendapatan kita setiap bulannya hanya UMR (upah minimum regional), tentu jenis rumah yang mungkin bisa kita beli ialah menggunakan KPR dengan tipe 30/60 atau 35/70. Dan jangan berharap, pendaptan UMR ingin memiliki rumah yang sangat luas. Kecuali rumahnya dibelikan orang tuanya ataupun mertuanya, hehehehe…!

Walaupun pendapatan kita UMR, jika kita memiliki pendapatan sampingan lainnya, maka kita juga bisa membeli jenis rumah yang lebih luas. Tentu saja, kita harus cermat menghitung pendapatan yang kita miliki. Sehingga keputusan untuk membeli jenis rumah tidak meleset dari perencanaan.

Maka dari itu, dengan mengetahui jenis rumah yang akan dibeli. Akan membuat kita lebih mempercepat mendapatkan rumah. Karena kita akan menjadi lebih fokus untuk mendapatkan rumah, sesuai kriteria yang kita inginkan.

Sumber: http://www.purdiechandra.net/

Merencanakan Sumber Keuangan

Tips Kelima, merencanakan sumber keuangan. Sumber keuangan sangat penting untuk kita ketahui, agar rencana untuk membeli rumah bisa cepat terealisasi sesuai target waktu yang telah kita tetapkan.

Misalnya, Anda sebagai seorang karyawan yang nyambi jualan online. Berarti, sumber keuangan yang kita peroleh ialah berasal dari kantor tempat bekerja dan juga keuntungan jualan online.

Contoh lain, saya seorang dosen yang nyambi sebagai seorang penulis. Berarti, sumber keuangan yang saya peroleh ialah gaji dari kampus, ditambah honorarium lainnya, plus honor menulis dari tulisan yang saya buat.

Nah, setelah kita mengetahui sumber pendapatan keuangan, maka tinggal menghitung berapa kira-kira uang yang dapat kita alokasikan untuk membeli rumah?

Atau, bisa dibalik seperti ini, berapa harga rumah yang kira-kira mampu kita beli?

Pertanyaan seperti itu sangat penting. Karena, dari pertanyaan tersebut kita dapat mengetahui kemampuan yang kita miliki untuk membeli rumah. Sehingga, kita bisa mendapatkan rumah sesuai kemampuan yang kita miliki.

Misalnya, Anda menargetkan untuk membeli rumah 2 tahun mendatang dengan tipe rumah 35/70 di daerah tertentu. Setelah dihitung secara keseluruhan, termasuk di dalamnya ialah kenaikan harga rumah karena adanya inflasi, misalnya diperolehlah harga Rp 500 juta.

Bila kita membeli rumah melalui KPR, biasanya bank meminta DP berkisar 10%-30%. Anggap saja, bank meminta DP 20%, berarti Anda harus menyediakan uang sebesar Rp 100 juta.

Bila jangka waktu membeli rumah kita targetkan 2 tahun, maka kita harus bisa menyisihkan pendaptan kita sebesar Rp 4.166.667 setiap bulannya. Bila dibulatkan menjadi Rp 4.170.000, yang diperoleh dari Rp 100 juta : 24 Bulan.

Bila kita melihat uang yang harus ditabung sebesar Rp 4.170.000 setiap bulannya, setidaknya pendapatan yang harus dimiliki berkisar Rp 10 juta. Hal yang menjadi pertanyaan ialah, bagaimana bila kita hanya memiliki gaji UMR?

Tentu saja, bila kita tetap memiliki keinginan untuk membeli rumah, maka kita harus ikhtiar sekuat tenaga untuk bisa mengumpulkan uang sebesar Rp 4.170.000 setiap bulannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan ialah, dengan mencari kerja sampingan.

Di zaman yang super canggih seperti saat sekarang ini, banyak kerja sampingan yang dapat kita lakukan untuk menambah pundi-pundi rupiah. Misalnya, jualan online, jualan jasa yang kita miliki, jadi driver online (ojol/ojek online) di luar jam kantor, dan lain sebagainya.

Tentu saja, untuk mencari kerjaan sampingan di luar jam kerja, dibutuhkan kerja keras dan ikhtiar yang besar bagi diri kita. Bila tidak memiliki ikhtiar yang lebih, tentu saja keinginan untuk membeli rumah harus dikubur dalam-dalam.

Ingat, harga rumah setiap tahunnya akan semakin naik. Bila harga rumah di tahun 2019 seperti saat sekarang ini senilai Rp 200 juta, bisa jadi 4 atau 5 tahun yang akan datang akan naik menjadi Rp 300 atau bahkan Rp 400 juta. Dan begitu seterusnya.

Perhatikan Kelayakan Rumah

Tips Keenam, perhatikan kelayakan rumah. Bila waktu yang direncanakan telah tiba, dan uang yang ditabung telah terkumpul, maka tinggal mencari rumah yang akan kita beli. Jangan lupa, pada saat membeli rumah, harus tetap memperhatikan kelayakan rumah yang akan kita beli.  

Tentu saja, rumah yang akan kita beli harus tetap menyesuaikan dengan uang tabungan yang kita miliki. Kemudian, sesuaikan juga dengan cicilan yang akan kita bayarkan setiap bulan ke bank yang bersangkutan, bila rumah yang kita beli menggunakan KPR (kredit pembiayaan rakyat).

Cara memperhatikan kelayakan rumah ialah, kita bisa melihat bagunan rumah itu sendiri. Dengan melihat bangunan rumah, maka kita akan bisa mengetahui sejauh mana kualitas bangunan rumah yang akan kita beli.

Bila kita masih ragu terhadap kualitas rumah yang akan kita beli, kita bisa menanyakan secara langsung kepada developer yang menjual rumah tersebut. Misalnya, tanyakan menggunakan batu apa, coran-nya bagaimana, pondasinya menggunakan besi apa, dan lain sebagainya.

Atau bahkan, kita memita garansi kepada developer bila seandainya apa yang kita beli tidak sesuai dengan apa yang diperjanjikan oleh developer. Hal tersebut dilakukan, untuk menjamin bahwa rumah yang akan kita beli sesuai dengan yang kita inginkan. 

Sumber: https://www.intiland.com/

Perhatikan Nominal Booking Fee

Tips Ketujuh, perhatikan nominal booking fee. Setelah kita mengetahui kualitas rumah yang akan kita beli, bahwa rumah tersebut memang layak untuk kita beli, maka lakukanlah booking fee. Tujuannya, agar rumah tersebut tidak diambil oleh orang lain.

Tentu saja, kita harus tetap melihat besaran nominal booking fee yang diberikan oleh pihak developer. Jangan sampai, booking fee yang ditawarkan oleh developer sangat tinggi. Agar, ketika kita tidak jadi membeli rumah tersebut, booking fee yang telah diberikan, tak membuat kita kecewa.

Nominal booking fee antara satu perumahan dengan perumahan lainnya berbeda-beda. Biasanya, semakin mahal harga rumah yang ditawarkan, booking fee yang harus dibayarkan akan semakin tinggi. 

Segera untuk Melakukan Proses Akad

Tips Kedelapan, segera untuk melakukan proses akad. Setelah booking fee diberikan kepada pihak developer, kemudian kita memutuskan untuk membeli rumah tersebut, segera lakukan langkah selanjutnya.

Langkah selanjutnya ialah melengkapi persyaratan untuk mengajukan pembiayaan KPR kepada bank yang telah bekerja sama dengan pihak developer yang menjual rumah yang akan kita beli.

Lengkapi semua hal yang dipersyaratkan oleh pihak bank. Tujuannya ialah, agar keinginan pengajuan pembiayaan yang kita ajukan bisa di-ACC oleh pihak perbankan.

Dari pengalaman saya pribadi dan juga cerita dari beberapa teman-teman yang membeli rumah dengan cara KPR di bank, bila proses pengajuan ingin di-ACC oleh pihak bank, lengkapi persyaratan yang dipersyaratkan.

Setelah proses pengajuan di-ACC, maka kita tinggal melanjutkan kepada langkah selanjutnya, yaitu melakukan proses akad. Saat melakukan akad, baca baik-baik akad perjanjian yang dibuat antara kita dengan pihak perbankan.

Bila proses akad telah selesai, kunci rumah akan diserahkan kepada kita, dan kita dinyatakan sah telah memiliki rumah. Kemudian, jangan lupa untuk menyicil cicilan nominal uang yang diperjanjikan. 

Penutup

Yakinlah, dengan menerapkan 8 tips membeli rumah dalam tulisan ini, Insya-Allah akan mempermudah diri kita untuk memiliki rumah. Sehingga, kita sebagai kalangan milenial, dipercepat untuk membeli rumah.

Selamat menerapkan 8 tips ini, dan semoga ikhtiar yang kita lakukan diberikan kelancaran oleh Allah SWT, amin ya rabbal alamin…!

Tinggalkan komentar