Gaji Pas-Pasan Bukan Kendala, Ini Tips Jitu Agar Punya Tabungan di Bank

Sumber: http://azmiafifah.web.id

Bagi kita yang saat ini memiliki gaji pas-pasan, rasanya menjadi hal mustahil untuk bisa menabung di lembaga keuangan seperti bank. Jangankan menabung, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, terkadang sudah harus berjibaku sekuat tenaga.

Artinya, memiliki tabungan di bank hanya menjadi fiksi yang sulit untuk terealisasi. Karena pendapatan yang diperoleh, tak akan mungkin bisa disisakan untuk ditabung.

Tetapi, bila kita tidak berusaha untuk memiliki tabungan, bisa dipastikan kondisi keuangan yang kita miliki tidak akan ada perubahan di kemudian hari. Pendapatan yang kita peroleh dari gaji, hanya akan habis untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Maka dari itu, memiliki tabungan di bank menjadi sebuah keharusan bagi kita saat ini. Sebagai salah satu cara untuk mengumpulkan uang sedikit demi sedikit, demi mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Sumber: Tribunnews.com

Alasan Besar, Mengapa Kita Harus Punya Tabungan

Ada alasan besar yang mesti kita camkan bersama, mengapa kita harus memiliki tabungan. Dan bahkan, memaksakan diri kita masing-masing untuk memiliki tabungan sedini mungkin, agar tak menyesal di hari tua.

Alasan besar tersebut ialah, biaya hidup di kemudian hari akan semakin membengkak. Artinya, semakin tua umur yang kita miliki, pos biaya yang harus kita keluarkan akan semakin bertambah.  

Misalnya, kebutuhan pokok akan semakin naik harganya, biaya sekolah anak-anak akan bertambah besar, biaya untuk anak-anak kita ketika akan menikah kelak akan semakin besar, biaya perawatan ketika diri kita sakit pasti semakin mahal, dan berbagai macam biaya lainnya, yang pasti akan kita keluarkan.    

Bayangkan saja, bila kita tidak memiliki tabungan, bisa dipastikan kita akan hidup makin susah. Dan kita, hanya akan mewariskan kesusahan tersebut pada anak-anak kita kelak. Maka dari itu, walaupun gaji pas-pasan, kita harus berani menabung di bank.

Sumber: annualreport.id

4 Tips Bisa Menabung di Bank, Walaupun Gaji Pas-Pasan

Gaji pas-pasan jangan dijadikan alasan kita untuk tidak menabung di bank. Akan tetapi, jadikan gaji pas-pasan sebagai penyemangat bagi kita, agar kita bisa menabung di bank secara terjadwal setiap bulannya.

Dan jangan khawatir, ada banyak cara (tips) agar kita bisa menabung di bank, dengan kondisi gaji kita yang pasa-pasan. Tentu saja, cara (tips) tersebut harus kita praktekkan, sehingga dengan gaji yang pas-pasan, kita bisa menabung di bank.

Apa saja tips agar bisa menabung di bank, walaupun gaji pas-pasan?

Setidaknya, ada 4 tips yang bisa kita lakukan, agar kita bisa menabung di bank, antara lain: beranikan diri membuat rekening tabungan di bank, mencari pendapatan tambahan, jual hobi agar bisa jadi uang, dan gunakan akun media sosial untuk jualan.       

Sumber: Liputan6.com

Tips Pertama: Beranikan Diri Buat Rekening Tabungan di Bank

Lha wong gaji pas-pasan, malah disuruh buat rekening di bank.”

Mungkin, kurang lebih seperti itu yang ada di dalam pikiran kita, bila disuruh menabung di bank.

Tenang saja, akan saya beritahu mengapa kita harus membuat rekening terlebih dahulu, di tengah keuangan yang serba pas-pasan.

Salah satu tujuannya ialah, agar kita yang bergaji pas-pasan memiliki motivasi untuk menabung di bank setiap bulannya. Tentunya, motivasi akan timbul setelah kita melihat buku tabungan yang telah kita buat.

Setidaknya, setelah kita membuat rekening tabungan, mulai terpikir di dalam benak kita untuk bisa menambah gaji, agar bisa ditabung di buku tabungan yang telah kita buat.

Salah satu syarat agar kita bisa menambah gaji, kita harus bekerja lebih giat lagi. Nah, dengan memiliki buku tabungan, setidaknya kita bisa meningkatkan kinerja yang kita miliki, entah kinerja selama bekerja di kantor tempat kita bekerja ataupun di luar kantor dengan cara menambah passive income (pendapatan tambahan).

Jika masih ada yang bertanya, gaji kan pas-pasan, kira-kira dari mana uang yang akan digunakan untuk membuka rekening?

Nah, coba cari pengeluaran yang kira-kira bisa kita alokasikan untuk membuka rekening di bank. Uang untuk membuka rekening tabungan tidak banyak kok, hanya berkisar Rp 100.000 (seratus ribu rupiah) saja.

Uang tersebut akan menjadi saldo awal bagi tabungan kita. Dan untuk selanjutnya, tinggal ditambah setiap bulannya. Sesuai kemampuan yang kita miliki, setelah kita mampu meningkatkan jumlah pendapatan yang kita miliki.    

Setidaknya, dengan kita membuka rekening, maka kita sudah memaksakan diri untuk memulai menabung. Insya-Allah, dengan memulai menabung, akan banyak pintu rezeki yang dibuka oleh Allah SWT.

Sumber: www.awai.com

Tips Kedua: Mencari Pendapatan Tambahan (Passive Income)

Tentu saja, kita harus mengeluarkan tenaga ekstra, agar bisa menabung di bank. Karena, tak akan mungkin kita bisa menabung di bank dengan gaji pas-pasan, bila kita tidak mau mengeluarkan tenaga ekstra.

Tenaga ekstra yang akan kita keluarkan, salah satu fungsinya ialah untuk mencari pendapatan tambahan (passive income). Passive income bisa kita peroleh dengan berbagai macam cara, tentunya dengan cara yang halal, yang dapat kita lakukan di luar jam kantor.

Misalnya, jualan gorengan di pagi hari sebelum berangkat ke kantor, menerima orderan gorengan untuk sarapan pagi bagi teman-teman yang ada di kantor, menerima titipan makan siang yang dibawa dari rumah, dan lain sebagainya.

Atau, kita bisa bekerja sama dengan orang lain yang kita percayai. Misalnya, kita modalin orang tersebut untuk jualan gorengan, dan keuntungannya dibagi dua; kita jualan gorengan (kue basah, atau yang lainnya) sebelum berangkat kantor, dengan cara menitipkan di warung-warung; atau cara yang lainnya.

Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan passive income. Sehingga, gaji kita yang pas-pasan bisa meningkat. Selain bisa ditabung, keuntungan dari passive income juga bisa kita investasikan ke dalam investasi modern yang bisa mendatangkan keungan besar di kemudian hari.   

Sumber: hipwee.com

Tips Ketiga: Jual Hobi Agar Jadi Uang

Biasanya, setiap orang memiliki hobi khas, yang terkadang tidak dimiliki oleh orang lain. Nah, di era modern yang serba digital seperti saat sekarang ini, ternyata hobi bisa dijual agar bisa mendapatkan pundi-pundi rupiah lho….!

Beberapa hobi yang bisa dijual, misalnya: bila selama ini kita memiliki hobi menulis di buku diary, maka latihlah hobi tersebut untuk bisa menghasilkan tulisan yang bersifat komersil. Beberapa tulisan yang bersifat komersil, misalnya: menulis buku, menulis opini (artikel) di media massa, menulis di blog pribadi, menulis ebook dan kemudian dijual di blog pribadi, dan lain sebagainya.

Hobi lainnya misalnya: bila selama ini kita memiliki keahlian menggambar, maka cobalah untuk menghasilkan gambar yang bernilai komersil. Beberapa gambar yang bernilai komersi, antara lain: gambar sketsa wajah, gambar untuk pernikahan, gambar rumah, dan lain sebagainya.    

Mungkin saja, masih banyak bentuk hobi yang tak bisa saya sebutkan satu persatu. Intinya, bagaimana caranya agar hobi yang selama ini kita geluti, mampu menghasilkan uang.

Apalagi, bila dikaitkan dengan era digital saat ini, kita bisa memasarkan hobi kita agar bisa mendapatkan uang melalui media sosial. Dan kita, bisa mencari calon klien melalui media sosial, sehingga hobi yang kita miliki bisa dibeli dengan harga yang mahal.

Berkaitan dengan hobi, saya coba sekadar sharing pengalaman untuk memberikan keyakinan kepada pembaca blog ini, bahwa hobi bisa dijual dengan harga mahal.

Dahulu, saya memiliki hobi menulis catatan di diary pribadi, semenjak Nyantren di Ponpes Al-Amien Prenduan Sumenep Madura. Ketika saya hijrah dari Madura ke Jakarta untuk melanjutkan Studi S1, mulailah saya berpikir bagaimana caranya hobi menulis bisa saya komersil-in.

Dan Alhamdulillah, setelah saya mengetahui cara membuat tulisan yang bisa di-komersil-in, hobi yang saya tekuni perlahan-lahan bisa menghasilkan uang. Tentu saja, uang tersebut bisa menambah uang jajan yang diberikan oleh orang tua kala saya melangsungkan studi S1.

Bahkan, dari kegiatan hobi tersebut, saya bisa melanjutkan studi S-2, yang saya biayai dari hasil menulis. Dan masih banyak lagi hasil yang saya peroleh dari kegiatan menekuni hobi menulis, yang tak dapat saya sebutkan satu persatu di tulisan singkat ini.

Saya hanya ingin menyampaikan kepada pembaca blog ini, bahwa hobi yang selama ini kita tekuni bisa menghasilkan uang lho. Tentu saja, setelah kita benar-benar menguasai terhadap hobi tersebut. Yakin, Insya-Allah klien akan berani membayar mahal atas hobi tersebut.

Sumber: Alona

Tips Keempat: Gunakan Akun Media Sosial untuk Jualan

Di era digital seperti sekarang ini, setiap orang dipastikan memiliki akun media sosial, mulai dari facebook, twitter, istagram, WatsAp, dan lain sebagainya. Media sosial yang dimiliki, kebanyakan hanya dijadikan sebagai sarana untuk eksistensi diri, seperti memuat foto-foto selfie, update status ratapan, update status senang, dan lain sebagainya.

Nah, bagaimana jika media sosial yang selama ini hanya berfungsi untuk eksistensi diri (eksis), kita selingi untuk jualan produk/jasa. Sehingga dengan berjualan produk/jasa, akan ada tambahan pendapatan (passive income) terhadap keuangan yang kita miliki.

Untuk berjualan produk/jasa, kita tidak usah bingung. Bila kita punya produk/jasa yang kita miliki sendiri, bisa kita pasarkan secara langsung dengan tingkat keuntungan yang kita inginkan. Tentu, dengan cara melihat para pesaing yang menjual produk/jasa yang sama.

Namun, bila kita tidak memiliki produk/jasa, kita bisa menjualkan produk/jasa milik orang lain. Dan kita akan mendapatkan fee penjualan dari setiap produk/jasa yang terjual ke konsumen. Bentuk penjualannya bisa berupa MLM, dropship, reseller, atau bentuk lainnya.

Tentu saja, setelah kita memutuskan untuk menjadikan media sosial sebagai sarana jualan, kita harus mampu melayani dengan baik setiap konsumen yang datang bertanya ke akun media sosial milik kita. Agar setiap pertanyaan, berakhir pada pembelian produk/jasa yang kita jual.

Hal yang harus diketahui ialah, setelah kita memutuskan berjualan di media sosial, maka kewajiban kita ialah mempelajari lebih mendalam berkaitan dengan ilmu berjualan di media sosial. Sehingga jualan kita berupa produk/jasa, mampu mendapatkan konsumen yang banyak.  

Sumber: www.youtube.com/watch?v=mGJ8iS_CSIE

Mengapa Harus Menabung di Bank? Ini Alasannya

Mungkin, di antara para pembaca ada yang bertanya, mengapa kita harus menabung di bank? Bukankah, menabung di rumah dalam bentuk celengan juga bisa dilakukan?

Tentu saja bisa, dan sah-sah saja bila kita memutuskan untuk menabung di rumah dalam bentuk celengan. Hanya saja, menabung dalam bentuk celengan kurang aman.

Mengapa kurang aman?

Karena, terkadang celengan yang ada di rumah sering kali kita belah, bila suatu saat kita menginginkan suatu barang sementara kondisi keuangan tak memungkinkan. Maka cara satu-satunya ialah membelah celengan yang kita miliki.

Oleh karena itu, mengapa kita harus menabung di bank. Karena, dengan menabung di bank, akan membuat tabungan yang kita miliki lebih aman dari jangkauan kita. Setidaknya, bila kita butuh uang untuk membeli hal-hal yang tidak begitu penting, kita tidak dengan mudah bisa menjamah tabungan kita.

Selain itu, setiap tabungan di bank akan mendapatkan return (keuntungan)—bila bank konvensional akan mendapatkan bunga, bila bank syariah akan mendapatkan bagi hasil. Kan lumayan, bila tabungan yang kita miliki setiap bulan bisa mendapatkan return  positif. Tentu saja, akan menambah pendapatan bagi kita.  

Sumber: harapanrakyat.com

Jika Kamu Anti Bunga Bank Karena Riba, Ada Tabungan Syariah Kok

Jadi, jika kamu merasa bahwa menabung di bank itu riba karena menerapkan bunga. Jangan khawatir, ada Bank Syariah kok. Silahkan nabung di bank syariah saja. Insya-Allah, menabung di bank syariah itu halal dan jauh dari unsur ribawi. Perlu diketahui, praktik yang digunakan di Bank Syariah, telah mendapatkan label halal dari Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Berkaitan dengan tabungan, telah dipertegas oleh Fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia, No. 2 Tentang Tabungan, antara lain: 1). Tabungan yang tidak dibenarkan secara syari’ah, yaitu tabungan yang berdasarkan perhitungan bunga, 2). Tabungan yang dibenarkan, yaitu tabungan yang berdasarkan prinsip Mudharabah dan Wadi’ah.

Dari fatwa tersebut, jelas bahwa bank syariah merupakan bank yang menerapkan tabungan yang tidak didasarkan terhadap penghitungan bunga. Akan tetapi, menggunakan prinsip Mudharabah dan Wadi’ah, yang tentunya dihalalkan oleh syariah.

Jadi, setelah kita mengetahui bahwa bank syariah tidak menerapkan bunga, maka tinggal rencanakan kapan akan membuka tabungan di bank syariah. Semakin cepat membuka rekening tabungan, akan semakin baik untuk merencanakan investasi keuangan di kemudian hari.  

Sumber: annualreport.id

Jangan Lupa Menabung Setiap Bulannya 

Setelah kita mampu melaksanakan salah satu dari 4 tips menabung bagi kita yang memiliki gaji pas-pasan, maka tugas kita selanjutnya ialah membuat jadwal rutin untuk menabung ke bank. Paling tidak, sebulan sekali kita harus memiliki jadwal untuk menabung ke bank. 

Tentu saja, nominal yang akan disetorkan sesuaikan dengan kondisi keuangan yang kita miliki. Sekecil apapun nominal uang yang kita miliki, tetap saja harus kita tabungkan ke bank sesuai jadwal. Intinya, setiap bulan kita bisa menabung ke bank.

Setidaknya, kita telah memulai untuk menabung di bank, sehingga menjadi kebiasaan yang kita miliki. Dengan kebiasaan tersebut, maka kita telah mempersiapkan diri menyimpan kekayaan untuk digunakan di kemudian hari.

Istilah pepatah, sedikit demi sedikit, lama-lama akan menjadi bukit. Artinya, walaupun uang yang kita tabungkan seadanya, lama-lama uang tersebut akan menjadi banyak, seiring lama waktu yang kita gunakan untuk menabung.

Setidaknya, dengan membiasakan diri menabung ke bank setiap bulan, maka perlahan-lahan kita akan memiliki tabungan, untuk mempersiapkan diri di kemudian hari. Sehingga kehidupan kita menjadi lebih baik kondisi keuangannya  di kemudian hari.

Selamat menabung dan selamat menambah pundi-pundi kekayaan untuk hari esok yang lebih baik…!

Baca Juga: Pilihan Investasi Bagi Milenial, Agar Tak Menyesal di Hari Tua

Tinggalkan komentar