Luruskan Niat Sebelum Membuat Blog, Agar Tak Menyesal di Kemudian Hari

Sumber: blog.hotmart.com

Kita akan menyesal di kemudian hari, bila niat kita Ngeblog salah. Maka dari itu, tugas kita sebagai Blogger ialah meluruskan niat. Dengan meluruskan niat, setidaknya kegiatan Ngeblog akan memberikan keberkahan pada diri kita sebagai Blogger.

Adanya keberkahan dari kegiatan Ngeblog, tentu akan mampu menghadirkan rasa senang dalam diri kita. Ketika kita senang, akan banyak ide kreatif yang akan muncul. Sehingga apa yang kita lakukan akan sangat bernilai.

Nah, adanya nilai dari apa yang kita kerjakan, tentu saja hasilnya akan dibutuhkan banyak orang. Ketika orang lain butuh terhadap hasil dari apa yang kita kerjakan, tanpa terasa kita telah berinvestasi sosial/kebaikan pada orang lain.

Hal yang harus diingat, investasi sosial yang kita lakukan dalam kegiatan Ngeblog, hasilnya tidak akan berbentuk cash and carry. Akan tetapi, hasil yang sebenarnya akan dirasakan oleh kita di kemudian hari.

Sumber: Canva.com

4 Niat Ngeblog Bagi Seorang Blogger

Setidaknya, ada empat niat sebagai pondasi awal untuk kita kembangkan sebagai seorang blogger. Sehingga kegiatan Ngeblog atau blogging yang kita jalani, mampu memberikan makna dalam kehidupan kita sehari-hari.

Dan bukan hanya makna yang kita harapkan, akan tetapi dari kegiatan blogging ini, mampu menjadi passive income terhadap keuangan yang kita miliki. Ibaratnya, sekali mendayung dua atau tiga pulau terlampaui.

Bahkan kalaupun bisa, lampaui saja berpulau-pulau dari satu kali aktivitas mendayung yang kita lakukan. Sehingga, letih, lelah, dan capai yang kita lakukan, akan berbading lurus dengan keuntungan yang kita dapatkan.

#1. Niat Mengembangkan Diri

Sebenarnya, banyak hal yang dapat melatarbelakangi seseorang membuat blog. Mulai dari niat untuk mendapatkan penghasilan, niat memasarkan jasa yang dimiliki, hingga niat untuk eksis di dunia maya, dan bahkan mencari penghasilan dari blog.

Tentu saja, semua niat yang telah saya sebutkan itu sah-sah saja untuk diketengahkan. Hanya saja, bila niat utama kita seperti yang telah saya sebutkan, bisa dipastikan kegiatan blogging akan dihentikan, tatkala niat tersebut tak dapat dicapai.

Misalnya, Anda tertarik untuk membuat blog dengan niat utama mendapatkan penghasilan dari kegiatan bloging. Maka, mulailah Anda membuat blog, baik dengan cara membuat sendiri ataupun menggunakan jasa pembuatan blog.

Anggap saja, setelah satu tahun, blog yang Anda buat tak kunjung mendatangkan penghasilan. Anda tetap bertahan untuk terus melakukan kegiatan blogging, dengan harapan di tahun ke dua blog yang Anda miliki bisa mendatangkan penghasilan.

Ternyata, tetap saja di tahun ke dua blog yang Anda miliki belum bisa mendatangkan penghasilan. Hingga tahun ketiga pun, masih sama seperti semula, tak bisa mendatangkan penghasilan.

Pada saat kenyataan tak sesuai harapan, rasa malas perlahan-lahan akan menggerus tembok semangat yang Anda miliki. Mulailah, Anda sebagai seorang blogger malas untuk melakukan update artikel yang telah dilakukan secara rutin.

Kemalasan demi kemalasan yang datang, perlahan-lahan akan membuat diri Anda tak tertarik lagi untuk melanjutkan kegiatan Blogging. Tentu saja, disebabkan kenyataan tak sesuai harapan.

Oleh karena itu, bila saat ini kita memiliki ketertarikan untuk membuat Blog, jadikan niat mengembangkan diri sebagai pondasi utama. Bila pondasi utama dalam kegiatan Blogging cukup kuat, bisa dipastikan kita akan konsisten melakukan kegiatan Blogging, dalam kondisi apapun yang sedang menimpa diri kita.

Dengan adanya niat mengembangkan diri, akan mengantarkan diri kita rajin membaca buku-buku berkaitan dengan materi artikel yang akan kita tulis di Blog kita. Sehingga, Blog yang kita miliki bukan saja berisi artikel-artikel sampah yang mencomot sana-sini. Akan tetapi, memang benar-benar artikel didasarkan kepada teori ilmu pengetahun di bidangnya masing-masing.     

Baca Juga: Memiliki Blog, Niatkan Jadi Pembelajar Sejati

#2. Niat Memberikan Kemanfaatan

Sebenarnya, esensi dari kegiatan Blogging ialah memberikan kemanfaatan kepada para pembaca. Dimana, setiap pembaca yang datang ke Blog kita, akan merasa ada ilmu pengetahuan yang didapatkan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, kita sebagai seorang Blogger harus mampu menganalisa bahwa artikel yang kita tulis memang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat pembaca. Sehingga, pembaca yang membaca artikel di Blog kita, akan betah berlama-lama mengulik artikel demi artikel untuk dibaca.

Lantas, bagaimana cara mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masyarakat pembaca?

Pertama, artikel yang kita tulis di Blog merupakan artikel yang memiliki kebaruan, baik dari sudut pandang, cara bercerita, cara mengulas, atau bahkan cara memberikan tampilan seperti menambah gambar dan infografis yang lengkap.

Untuk menjaga nilai kebaruan dari setiap artikel yang kita tulis, tentu saja akan menuntut diri kita untuk rajin membaca. Dengan rajin membaca banyak buku ataupun media lainnya, membuat diri kita mampu menghadirkan persepektif baru dari tema yang kita tulis di blog yang kita miliki.

Kedua, artikel yang kita tulis harus mengikuti latar belakang pendidikan yang kita miliki dan juga profesi yang sedang kita jalani. Mungkin, bagi sebagian Blogger latar belakang pendidikan tak penting. Tetapi, bagi saya latar belakang pendidikan dengan artikel yang diulas harus memiliki irisan (keterkaitan).

Mengapa harus memiliki irisan (keterkaitan) dengan latar belakang pendidikan kita?

Jawabannya sangat sederhana, bila artikel yang kita tulis tidak didasarkan kepada latar belakang pendidikan yang kita miliki, bisa dipastikan ulasannya tidak mendalam dan terkesan dibuat-buat. Sehingga, artikel yang disajikan di blog kita, tidak memberikan garansi kepada pembaca.

Misalnya, latar belakang pendidikan saya adalah Ekonomi dan Keuangan Syariah. Kemudian, saya membuat blog yang berkaitan dengan penyakit dalam yang ada pada diri manusia. Bisa dipastikan, analisa-analisa artikel yang saya tulis sembarangan dan main comot sana-sini.

Lantas, blog yang tepat untuk saya yang memiliki latar belakang pendidikan Ekonomi dan Keuangan Syariah, blog seperti apa?

Nah, yang tepat misalnya, blog dengan tema kesehatan keuangan, perencanaan keuangan, analisa keuangan perusahaan, dan lain sebagainya. Intinya, bagaimana tema yang kita angkat dalam blog, masih memiliki irisan dengan latar belakang pendidikan formal yang kita miliki.

Selain itu, tema Blog yang kita miliki juga harus memiliki irisan keterkaitan dengan profesi yang sedang kita jalani. Misalnya, profesi saya seorang dosen, maka tema yang bisa saya angkat dalam Blog bisa berkaitan dengan tema pendidikan di Perguruan Tinggi, metode belajar, metode menulis artikel ilmiah, dan lain sebagainya.  

Ketiga, artikel yang kita miliki harus didasarkan kepada perkembangan ilmu pengetahuan. Jangan sampai, kita mengulas sebuah tema, dan ternyata tema tersebut telah diulas 20 tahun yang silam.

Maka dari itu, agar artikel yang kita tulis di Blog yang kita miliki mengikuti perkembangan ilmu pengetahun, menuntut diri kita sebagai seorang Blogger untuk banyak membaca. Bahkan, bukan saja banyak membaca, akan tetapi hingga taraf rakus membaca.

Dengan banyaknya bahan bacaan yang kita miliki, membuat diri kita sebagai seorang Blogger paham, tema-tema seperti apa yang telah lama dibahas dan mana yang masih bersifat baru. Sehingga, kita sebagai seorang blogger akan berhati-hati dalam menulis artikel.   

#3. Niat Menjaga Konsistensi

Bila kita telah memutuskan diri untuk menjadi seorang Blogger, maka jadilah seorang Blogger yang kaffah (menyeluruh). Jangan sampai, kita menjadi seorang Blogger hanya mencoba-coba, ataupun iseng-iseng saja.

Bila niat kita hanya coba-coba dan iseng-iseng dalam melakukan kegiatan Blogging, bisa dipastikan hasil dari kegiatan Blogging tak akan memberikan dampak positif yang besar terhadap diri kita.

Atau bahkan, kita hanya akan kehilangan waktu yang sangat berharga. Oleh karena itu, bila kita memutuskan diri untuk menjadi Blogger, maka niatkan dalam diri kita untuk bisa konsisten Ngeblog.

Memang benar, konsisten itu mudah diucapkan tapi berat untuk dijalankan. Namun, bila kita mampu menghadirkan perasaan senang dalam kegiatan Blogging, Insya-Allah kita akan diberi kekuatan untuk memupuk konsistensi di dalam diri kita.  

4#. Niat Mendapatkan Penghasilan

Nah, niat mendapatkan penghasilan dalam melakukan aktivitas Blogging merupakan niat yang sah-sah saja. Niat mendapatkan penghasilan, bisa juga menjadi motivasi yang paling ampuh untuk membangun semangat melakukan aktivitas Blogging.

Hanya saja, niat mendapatkan penghasilan jangan dijadikan sebagai niat utama. Akan tetapi, jadikan sebagai niat pelengkap saja. Niat utama kita melakukan aktivitas Blogging ialah untuk belajar dan mengembangkan diri.

Tentu saja, walaupun niat utama kita melakukan aktivitas Blogging ialah untuk belajar dan mengembangkan diri. Tetap saja akan berdampak signifikan terhadap penghasilan yang kita miliki.

Artinya, dengan kita rajin belajar dan menambah waawasan, baik secara langsung ataupun tak langsung, akan berdampak pada peningkatan kualitas artikel Blog yang kita miliki. Blog yang kita miliki akan bertambah baik, dan mampu memberikan kemanfaatan kepada para pembaca.

Saat itulah, pundi-pundi rupiah akan datang mengalir ke kantong kita sebagai seorang Blogger. Dan itulah, saat-saat terindah yang akan didapatkan oleh seorang Blogger, setelah diri kita berjibaku dengan kegiatan Ngeblog yang dilakukan setiap saat.

Dari mana saja kira-kira penghasilan yang didapatkan dari kegiatan Blogging?

Ada banyak, yang bersifat online misalnya, jualan ebook atau pdf buku di Blog, jualan buku melalui Blog, jualan jasa melalui Blog, affiliate marketing, iklan di Blog, dan lain sebagainya.

Sementara, yang bersifat offline misalnya, mengisi seminar atau menjadi narasumber berkaitan dengan aktivitas blogging, menjadi narasumber pelatihan kepenulisan, dan lain sebagainya.

Tentu saja, untuk mendapatkan penghasilan dari kegiatan Blogging membutuhkan waktu yang lama, kerja keras, konsistensi, hingga proses belajar dan membaca yang tiada henti. Karena, Blogger yang tidak mau belajar dan membaca secara rajin, tak akan mungkin bisa mendapatkan penghasilan dari Blog yang dimilikinya.

Sumber: alesforce.com

Melakukan Pengembangan Blog

Memiliki niat saja tidak akan cukup untuk membangun Blog yang berkualitas. Namun, niat yang kita miliki, harus ditindak lanjuti dengan adanya pengembangan terhadap Blog yang kita miliki.

Salah satu tujuan dari adanya  pengembangan Blog ialah, untuk menambah nilai Blog yang kita miliki di mata pembaca. Adanya nilai tambah, tentu saja akan membuat Blog yang kita miliki berbeda dengan Blog yang sudah ada.

Pengembangan Blog, misalnya menambah ebook yang bisa didonload secara gratis oleh setiap pengunjung, memasukkan info grafis pada setiap artikel yang ditampilkan, dan lain sebagainya.

Intinya, kita sebagai seorang blogger terus berinovasi, yang salah satu tujuannya ialah menciptakan nilai pada Blog yang kita miliki. Sehingga, Blog yang kita miliki berbeda dengan Blog lainnya.

Nah, setelah kita mengetahui bahwa pengembangan Blog merupakan hal yang sangat penting dalam aktivitas Blogging, maka jangan bosan-bosan untuk terus mengembangkan Blog yang kita miliki. Anggap saja, pengembangan Blog sebaagi investasi yang harus kita kucurkan bagi seorang Blogger.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Saya ingatkan kembali, selain kita berusaha memperkokoh niat kita dalam aktivitas Blogging sebagai pondasi utama. Maka niat juga harus dibarengi dengan aktivitas pengembangan Blog yang kita miliki, seperti yang telah saya sampaikan.  Selamat mengokohkan niat dan jangan lupa untuk terus mengembangkan Blog yang kita miliki…!

Tinggalkan komentar