Seorang Profesional Harus Memiliki Kesadaran Mengembangkan Diri, Agar Karir Tak Stuck

Sumber: ekrut.com

Kesadaran mengembangkan diri bagi seorang profesional merupakan hal mutlak yang harus dilakukan. Agar tangga karir yang sedang dijalani meningkat, seiring berjalannya waktu.

Jangan berharap karir akan meningkat, bila kita sebagai seorang profesional tak mau mengembangkan diri. Karena pengembangan diri akan berkaitan langsung dengan peningkatan karir seseorang.

Hanya saja, banyak di antara kita yang lupa untuk melakukan pengembangan diri. Banyak faktor yang menyebabkan kita lupa, mulai dari padatnya beban kerja hingga faktor kesempatan, atau bahkan uang yang tak ada.

Sebelum melanjutkan, mungkin kita akan bertanya-tanya, siapakah yang dimaksud profesional dalam tulisan ini?

Secara umum, profesional merupakan seseorang yang menggeluti profesi tertentu, dimana dirinya sangat paham mengenai seluk-beluk profesi tersebut. Sehingga dirinya memiliki keahlian di atas rata-rata dari kebanyakan orang.

Beberapa contoh seorang profesional, antara lain: pengacara, guru, dosen, dokter, pebisnis, konsultan keuangan, dan lain sebagainya.

Intinya, profesional merupakan seseorang yang memiliki profesi, dan dirinya benar-benar paham akan profesi tersebut. Juga, profesi yang digelutinya menjadi sumber datangnya pendapatan untuk dirinya.

Itulah, makna profesional secara umum yang akan dibahas dalam tulisan ini.  

Pentingnya Pengembangan Diri

Pengembangan diri bagi seorang profesional sangat penting dilakukan. Karena, pengembangan diri akan berpengaruh terhadap beberapa hal, misalnya peningkatan produktivitas kinerja, peningkatan penguasaan skill, efisiensi kerja, problem solving, dan lain sebagainya.

Tanpa adanya pengembangan diri yang dilakukan oleh seseorang, pastinya kemampuan yang dimiliki tidak akan meningkat. Padahal, peningkatan kemampuan diri, baik berupa soft skill ataupun hard skill sangat berpengaruh terhadap kinerja seseorang.

Pentingnya pengembangan diri atau pengembangan pribadi, dari sisi sains banyak para peneliti yang melakukan penelitian dan mempublikasikan dalam bentuk paper.

Misalnya, Publisher Emerald Insight tak kurang dari ribuan paper yang dipublikasikan ketika kita mengetik kata “self development” (pengembangan diri/pribadi).

Artinya, dari sisi sains keberadaan pengembangan diri banyak yang melakukan penelitian. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengembangan diri memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, baik kehidupan di dalam keluarga, tempat kerja, bisnis, ataupun dalam bermasyarakat.

Nah, bila selama ini kita abai akan pengembangan diri, semenjak membaca tulisan ini, semoga membuat kita sadar bahwa pengembangan diri sangatlah penting dilakukan.

Seorang profesioanal yang tak mau mengembangkan diri, bisa dipastikan karirnya akan stuck di tempat. Tentunya, bila karir stuck di tempat, pendapatan juga akan stuck di tempat.

Kita tak dapat membayangkan, bila pendapatan stuck sementara biaya hidup makin meningkat setiap tahunnya. Bisa dipastikan, kita akan tergopoh-gopoh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dari pendapatan yang disebabkan karir stuck di tempat.  

Pengembangan Diri Membangun Working Memory

Prof. Rhenald Kasali, Ph.D., Guru Besar Fakultas Ekonomi UI, dalam bukunya yang berjudul Self Driving, mengatakan bahwa Working Memory merupakan sistem memori yang bekerja dan selalu aktif, serta cekatan. Artinya, tak mudah lupa dan sigap.

Working Memory sangat dibutuhkan dalam dunia kerja, khususnya seorang profesional yang dituntut memiliki keahlian di atas rata-rata dari profesi yang digelutinya.  

Seorang profesional yang memiliki Working Memory, dirinya akan menjadi pribadi yang cekatan, cepat tanggap, terlatih, dan mampu menghadirkan pemikiran-pemikiran segar dari profesi yang digelutinya.

Sementara, seseorang tidak akan memiliki Working Memory yang kuat, bila tidak pernah dilatih. Salah satu cara melatih Working Memory yang kita miliki ialah dengan melakukan pengembangan diri secara berkesinambungan.

Artinya, pengembangan diri bukan saja dilakukan di bangku sekolah ataupun bangku kuliah. Akan tetapi, pengembangan diri dapat dilakukan dimana saja sepanjang masa.  

Sumber: Canva.com

Jenis-Jenis Pengembangan Diri Bagi Seorang Profesional

Ada dua jenis pengembangan diri yang dapat dilakukan oleh seorang profesional, antara lain:

#1. Pengembangan Diri Melalui Pendidikan Formal

Dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.

Lantas, apa kaitan pendidikan formal dengan pengembangan diri?

Tentu sangat berkaitan. Dimana, keberadaan pendidikan formal dapat kita jadikan tempat untuk mengembangkan diri. Pengembangan yang dilakukan, tentu saja harus mengikuti tingkat pendidikan yang kita miliki.

Misalnya, saat ini Anda sebagai seorang profesional yang baru memiliki ijazah S1. Maka, segera rencanakan untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 hingga S3. Dimana, jenjang pendidikan formal sangat penting dimiliki oleh seorang profesional.

Satu hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pengembangan melalui pendidikan formal. Sebaiknya pendidikan formal yang diambil merupakan pendidikan formal yang linier dengan tingkat pendidikan sebelumnya.

Misalnya, pendidikan formal untuk jenjang S1 yang Anda miliki di bidang akuntansi. Sebaiknya Anda mengambil pendidikan untuk jenjang S2 hingga S3 bidang akuntansi.

Selain itu, pengembangan pendidikan yang akan diambil juga harus disesuaikan dengan profesi yang digeluti. Sehingga pengembangan melalui jalur pendidikan formal mampu berdampak terhadap peningkatan kinerja kita.

Misalnya, saat ini Anda memiliki ijazah pendidikan S1 bidang pendidikan. Sementara, profesi yang digeluti saat ini ialah bankir. Maka, untuk jenjang S2 sebaiknya Anda jangan mengambil bidang pendidikan, akan tetapi mengambil di bidang ekonomi.

Beberapa bidang ekonomi yang bisa diambil, antara lain: manajemen, keuangan, perbankan, manajemen perbankan syariah, dan lain sebagainya. Dengan mengambil bidang yang sesuai dengan profesi yang digeluti, harapannya mampu berdampak signifikan terhadap karir Anda di dunia perbankan.

Bahkan untuk rencana jangka panjang, jenjang pendidikan S3 bagi seorang profesional menjadi sebuah keharusan untuk dimiliki. Tentu saja, bukan untuk sekadar gagah-gahan. Akan tetapi, sebagai sebuah eksistensi diri bahwa kita merupakan seorang profesional yang memiliki kemampuan di atas rata-rata profesional pada umumnya.

#2. Pengembangan Diri Melalui Pendidikan Non-Formal

Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa pendidikan non-formal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang.

Lantas, apa kaitan antara pendidikan non-formal dengan pengembangan diri?

Tentu, sangat erat kaitannya. Dimana seseorang dapat menggunakan pendidikan non-formal untuk mengembangkan diri. Karena pengembangan diri melalui pendidikan non-formal dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Prof. Rhenald Kasali, Ph.D., Guru Besar Fakultas Ekonomi UI, dalam bukunya yang berjudul Self Driving, mengungkapkan bahwa dahulu 80% pusat belajar adalah lembaga, sekolah, kampus, dan kursus. Sekarang, 80% pusat belajar itu justru ada di masyarakat, dimana kita menghabiskan waktu terbanyak.

Pandangan tersebut menginformasikan kepada kita bahwa ilmu pengetahuan saat ini berserakan dimana-mana. Asalkan ada kemauan, maka kita bisa mendapatkan ilmu pengetahuan semau kita.

Berpindahnya pusat pengetahuan formal ke dalam non-formal, membuat kita mudah untuk mengakses. Sehingga, kita bisa melakukan pengembangan diri kapan saja dan dimana saja.

Bahkan, kehadiran digital yang sangat massif, pengetahuan bukan saja berpindah dari lembaga formal ke dalam kehidupan masyarakat. Akan tetapi, pusat belajar telah berpindah ke layar kaca android yang kita miliki.

Kita bisa mengakses informasi apa saja di dalam android yang kita miliki. Semua tersedia secara gratis, dengan hanya bermodalkan kwota internet, serta kemauan keras untuk mempelajarinya.

Setelah kita mengetahui, bahwa pusat-pusat belajar telah berpindah dari lembaga formal ke masyarakat dan dunia maya. Maka, tak ada alasan lagi untuk mengembangkan diri semaksimal mungkin.

Tentu saja, pengembangan diri yang kita lakukan melalui jalur non-formal harus difokuskan kepada hal-hal yang berkaitan langsung dengan profesi kita, ataupun yang memiliki irisan terhadap profesi kita.

Tujuannya adalah, agar pengembangan yang kita lakukan bisa lebih fokus dan tidak melebar kemana-mana. Sehingga hasilnya pun dapat dirasakan secara langsung kepada diri kita.

Misalnya, profesi yang Anda geluti adalah dosen yang mengampuh mata kuliah ekonomi dan bisnis. Maka, pengembangan diri yang dapat dilakukan melalui non-formal ialah dengan mengakses materi yang berkaitan dengan ekonomi dan bisnis, metode mengajar, metode menulis, dan lain sebagainya.

Nah, begitulah bentuk pengembangan diri non-formal yang dapat dilakukan oleh diri kita sebagai seorang profesional.    

Buat Strategi Pengembangan Diri

Setelah kita mengetahui bahwa pengembangan diri dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu formal dan non-formal, maka langkah selanjutnya ialah membuat strategi pengembangan diri.

Strategi pengembangan diri sangat penting disusun oleh kita sebagai seorang profesional. Dengan adanya strategi yang baik, maka kita bisa membuat skala prioritas pengembangan diri seperti apa yang akan kita terapkan.

Misalnya, untuk pengembangan diri melalui pendidikan formal, Anggap saja Anda saat ini sedang berumur 25 tahun dengan ijazah S1 Manajemen. Rencanakanlah di usia ke 27 tahun melanjutkan studi untuk S2. Kemudian di usia, 31 tahun melanjutkan studi S3.

Bila direncanakan dengan baik untuk jenjang pendidikan formal, bisa dipastikan kita akan menjadi seorang profesional bergelar doktor di usia muda. Tentu saja, gelar doktor di usia muda yang kita miliki, akan menjadi daya tarik tersendiri bagi kita.

Kemudian, untuk  pengembangan diri secara non-formal, dapat kita lakukan dengan cara membuat klasifikasi yang bersifat harian, bulanan, dan tahunan.

Pengembangan yang bersifat harian misalnya, dapat dilakukan dengan cara membaca buku-buku, jurnal, ataupun lainnya yang berkaitan dengan profesi yang kita geluti. Targetkan saja, setiap hari harus membaca 10 lembar, 20 lembar, atau bahkan 50 lembar per hari.

Pengembangan yang bersifat bulanan misalnya, mengikuti kegiatan workshop, pelatihan, ataupun yang lainnya, baik yang berbayar ataupun yang gratisan. Intinya, kegiatan workshop, pelatihan, ataupun yang lainnya, memiliki irisan terhadap profesi yang kita jalani.

Pengembangan yang bersifat tahunan misalnya, mengambil gelar sertifikasi yang berkaitan dengan profesi yang kita miliki. Bila profesi keuangan, maka ambil saja sertifikasi berkaitan dengan keuangan. Bila pendidik, ambil saja sertifikasi berkaitan dengan pendidikan, dan lain sebagainya.

Intinya, kita harus membuat strategi jitu dalam mengembangkan diri kita, baik menggunakan jalur pendidikan formal ataupun non-formal. Jadikan pendidikan formal ataupun non-formal, sebagai media untuk mengembangkan diri. Sehingga kita menjadi individu dengan karir yang terus meningkat.    

Sumber: kinibisa.com

Jangan Lupa Lakukan Evaluasi

Setiap kegiatan yang kita lakukan dalam rangka mengembangkan diri, jangan lupa untuk dilakukan evaluasi berkala. Tujuannya ialah, agar kita mengetahui seberapa besar proses pengembangan diri yang dilakukan berhasil kita serap materinya.

Jangan sampai, kita banyak melakukan aktivitas pengembangan diri. Namun, setiap kegiatan yang kita jalani, tak sedikit pun memberikan bekas pengetahuan, baik hard skill ataupun soft skill terhadap diri kita.

Dengan adanya evaluasi berkala, diharapkan setiap kegiatan pengembangan diri yang kita lakukan, baik melalui pendidikan formal ataupun non-formal, memberikan efek yang positif terhadap kemampuan yang kita miliki.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Semoga kita mampu menjadi seorang profesional yang tak cepat lelah untuk terus mengembangkan diri. Sehingga, kita akan menjadi seorang profesional dengan karir yang baik.Sekali lagi, selamat mengembangkan diri…! 

Tinggalkan komentar