Seorang Profesional Wajib Miliki Blog, untuk Bangun Branding

Sumber:
digitalmarketer.id

Bila dahulu blog hanya berisi curhatan pribadi, tidak dengan sekarang ini. Blog—baik blog pribadi ataupun institusi telah menjadi salah satu media yang sangat penting untuk dimiliki. Terkhusus, bagi kita yang saat ini bergelut di dunia professional.

Lantas, siapa yang dimaksud dengan professional?

Professional merupakan seseorang yang memiliki profesi, yang dilakukan dengan kemampuan di atas rata-rata. Jadi, bila kita saat ini memiliki profesi dengan keahlian di atas rata-rata, berarti kita masuk ke dalam golongan profesional.

Sebut saja, misalnya seorang advokat, guru, dosen, penulis, pebisnis, pedagang, dan lain sebagainya. Nah, bagi mereka yang mengaku sebagai seorang profesional, keberadaan blog pribadi menjadi sangat penting untuk dimiliki.

Beberapa profesional yang telah memiliki blog pribadi, misalnya: Syafi’i Antionio, seorang yang ahli di bidang ekonomi syaria, memiliki blog yang beralamat di: syafiiantonio.com; Basri Adhi, agen asuransi dan perencana keuangan, memiliki blog yang beralamat di: basriadhi.com; Puthut EA, seorang sastrawan dan penulis, memiliki blog beralamat di puthutea.com.

Dan mungkin, masih banyak lagi profesional lainnya, yang tak bisa saya sebutkan satu persatu, yang menjadi assabiqunal awwalun (orang-orang terdahulu), yang telah membuat blog pribadi.

Satu hal yang harus kita ketahui bersama atas keberadaan blog pribadi. Keberadaan Blog Pribadi bisa menjadi salah satu cara membangun branding di dunia maya dari profesi yang kita geluti.

Apa itu Branding?

Banyak literatur yang menjelaskan berkaitan dengan branding. Hanya saja, saya ingin mengartikan branding dengan menggunakan bahasa sederhana yang lebih mudah dipahami. Sehingga, tidak terlalu membuat kening mengerut.

Branding merupakan komunikasi yang dibangun oleh seseorang—baik sebagai pribadi ataupun institusi. Tujuannya ialah membangun dan membesarkan brand (merek) yang dimilikinya.

Semakin besar brand (merek) yang dimiliki, akan semakin besar peluang produk/jasa yang kita miliki untuk dikenal khalayak umum. Semakin dikenal, peluang pemilik brand (merek) untuk mendapatkan klien akan semakin tinggi.

Itulah, mengapa blog pribadi sangat penting sebagai salah satu ikhtiar untuk membangun branding pribadi sebagai seorang profesional. Sehingga, produk/jasa yang kita miliki, bisa mendapatkan klien yang tepat.

Sumber: canva.com

Bangun Branding Melalui Blog

Branding melalui blog menjadi salah satu cara yang cukup efektif dan efisien untuk meningkatkan kapasitas brand (merek) yang kita miliki. Apalagi, bila dikaitkan dengan jumlah pemakai internet yang semakin meningkat setiap tahunnya.

Tentu, peningkatan jumlah pemakai internet sangat berkorelasi terhadap niat untuk meningkatkan brand (merek) yang kita miliki. Sehingga, semakin banyak diri kita membangun brand (merek) melalui blog, akan semakin meningkat brand (merek) yang kita miliki di dunia maya.

Lantas, bagaimana cara membangun branding melalui blog?

Pertama, membuat blog. Membuat blog sebenarnya gampang-gampang susah. Gampang bagi yang bisa membuat sendiri, dan susah bagi yang tidak bisa membuat.

Menurut hemat saya pribadi, bagi yang merasa gampang atau mau belajar membuat blog, bisa membuatnya sendiri. Karena, di google dan youtube banyak menyediakan tips dan cara gampang membuat blog.

Hanya saja, bagi yang merasa susah membuat blog, atau tak memiliki waktu untuk belajar membuat blog, bisa menggunakan jasa pembuatan blog. Dengan menggunakan jasa pembuatan blog, kita tetap bisa melakukan aktivitas seperti biasanya.

Banyak kok jasa yang menyediakan pembuatan blog, tinggal klik di goggle “Jasa Pembuatan Blog”, akan muncul puluhan penyedia jasa pembuatan blog. Tinggal dihubungi, dan pesan konten blog seperti apa yang kita inginkan.   

Kedua, membeli hosting dan domain. Sebaiknya, blog yang kita buat merupakan blog yang berbayar. Biasanya, blog yang berbayar memiliki hosting dan domain yang harus dibayarkan kepada penyedia jasa hosting dan domain.     

Hosting merupakan tempat yang disewa untuk menampung data-data website (blog), sehingga bisa diakses melalui internet. Sementara domain merupakan alamat untuk memudahkan pengunjung mencari informasi ke website (blog) yang kita miliki, contoh: com, net, org, edu, dan lain sebagainya.

Nah, belilah hosting dan domain yang sesuai dengan kriteria blog yang akan kita buat. Sehingga blog yang kita miliki, akan mampu meningkatkan brand (merek) sesuai yang kita inginkan.

Ketiga, menyesuaikan isi artikel. Sesuaikan isi artikel yang akan ditampilkan di blog yang telah kita buat dengan profesi yang sedang digeluti. Karena, artikel yang ditampilkan di blog, menggambarkan keahlian yang sedang kita geluti saat ini.

Misalnya, bila kita seorang advokat, sebaiknya artikel yang ditampilkan di blog berkaitan dengan artikel hukum; bila kita seorang perencana keuangan, maka artikel yang ditampilkan berkaitan dengan perencanaan keuangan; dan lain sebagainya.

Keempat, harus konsisten memposting artikel. Blog tidak akan memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan brand (merek) yang kita miliki, bila kita tak konsisten memposting artikel di blog yang kita miliki.

Konsisten memposting artikel, bisa diartikan dengan rajin memposting artikel sesuai hari, misalnya setiap hari Senin, hari Selasa, hari Rabu, dan lain sebagainya. Maksudnya ialah, kita konsisten memposting artikel setiap minggunya, sesuai hari yang telah dijadwalkan.  

Atau, konsisten dapat diartikan dengan rajin memposting kapan saja dan dimana saja, tanpa harus memperhatikan hari. Artinya, kapan saja kita memiliki artikel, maka kita langsung memposting artikel tersebut di blog yang kita miliki. Intinya, setiap minggu harus ada artikel yang diposting di blog yang kita miliki.

Kelima, mengirimkan link dari setiap artikel yang telah diposting. Jangan lupa untuk mengirimkan link setiap artikel yang telah kita posting ke media sosial yang kita miliki. Hal tersebut sebagai bagian untuk mengenalkan pemikiran yang kita miliki. Sehingga kita bisa dikenal oleh khalayak banyak dari profesi yang sedang digeluti.  

Kita bisa mengirimkan link setiap artikel yang telah diposting melalui WatsAp (WA), Facebook (FB), Facebook Like (Fanpage), Twitter, Istagram, dan lain sebagainya. Tujuannya ialah, agar banyak pengunjung yang mau mengunjungi blog yang kita miliki. Sehingga traffic (lalu lintas) pengunjung meningkat.  

Peningkatan jumlah pengunjung di blog yang kita miliki, tentu sangat berkorelasi terhadap peningkatan brand (merek) dari produk atau jasa yang kita miliki. Maka dari itu, jangan bosan untuk mengirimkan link postingan artikel ke media sosial yang kita miliki.

Sumber: Canva.com

Branding Melalui Blog, Butuh Waktu Panjang

Bagi kita yang memutuskan diri untuk membangun brand (merek)—baik secara individu ataupun institusi, melalui media blog, ada satu hal yang harus dicamkan secara mendalam. Branding melalui blog membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Membuat blog ibarat menanam tumbuhan mulai dari biji. Dimana, orang yang menanam harus menyirami hingga tumbuh kecambah. Kemudian memilihkan tanah yang subur, dibersihkan dari gulma, hingga memberi pupuk agar bisa tumbuh dengan baik.

Bila tanaman itu telah tumbuh dengan baik, maka kita sebagai orang yang menanam, tinggal memetik buah yang dihasilkan dari tanaman buah tersebut. Mungkin, begitulah perumpamaan sederhana proses branding melalui media blog.

Lihat saja beberapa blog yang digunakan oleh pemiliknya sebagai media branding dalam kurun waktu yang cukup lama. Dan saat ini, pemiliknya telah menghasilkan buah dari blog tersebut, misalnya: strategimanajemen.net, manajemenkeuangan.net, diskartes.com, dan lain sebagainya.

Rata-rata, mereka telah merasakan buah manis dari usaha memposting setiap artikel di blog pribadinya. Bahkan, dari blog yang saya sebutkan, ada yang telah berumur lebih dari 10 tahun. Jadi, wajar saja kalau hari ini mereka telah menuai buah manis dari usaha branding melalui blog pribadinya. 

Sumber: steemit.com

Memutuskan Membuat Blog

Bila kita yakin bahwa blog akan menjadi salah satu media yang mampu meningkatkan brand (merek) yang kita miliki, maka segera putuskan untuk membuat blog. Buatlah blog semenarik mungkin, agar banyak pengunjung yang datang ke blog yang kita buat. 

Hanya saja, ada satu hal yang harus diingat, selain berniat meningkatkan brand (merek) yang kita miliki, niat lain dari membuat blog ialah sebagai media pembelajaran. Karena, kita tidak akan bisa konsisten ngeblog, bila tidak memiliki keinginan belajar yang tinggi.

Mengapa demikian?

Karena, kita tidak akan bisa menuliskan artikel di blog yang kita miliki, bila kita tidak memiliki gairah belajar yang tinggi. Dan blog yang tidak diisi dengan postingan artikel secara teratur dan artikel yang menarik, rasa-rasanya akan sulit mendatangkan pengunjung ke blog yang kita miliki.

Maka dari itu, pondasi utama dalam membuat blog ialah, niatkan dalam hati untuk dijadikan sebagai media belajar. Bila niat tersebut sudah mantap, segera buat blog sesuai sesuai yang diinginkan. Insya-Allah blog yang kita miliki akan mampu meningkatkan brand (merek) yang kita miliki.    

Selamat meningkatkan branding melalui blog yang kita miliki…!

Baca Juga: Memiliki Blog, Niatkan Jadi Pembelajar Sejati

Tinggalkan komentar